Rabu, 16 Februari 2011

Jefry : “Executif Kampar Harus Punya Hati Nurani”


/// Soal Pembangunan Pasar Inpres Bangkinang

BANGKINANG, -- Anggota DPRD Provinsi Riau H Jefry Noer menilai exekutif Kampar tidak punya hati nurani, jika pembangunan pasar Inpres Bangkinang dipaksanakan dengan investor sama dengan menyengsarakan rakyat. Pembangunan Plaza Bangkinang tidak cocok.
Apapun alasannya harga tetap akan mahal kalau di bangun dengan dana Investor, sebab akan berdampak terhadap harga dagangan nantinya akan naik sehingga mengakibatkan daya beli masyarakat akan berkurang bisa juga masyarakat tidak akan berbelanja disini

“kalau pembangunan pasar ini dipaksakan, berarti Pemda Kampar sama dengan menyegsarakan rakyat, Pemda Kampar harus memikirkan nasib rakyat, exekutif itu  diharapkan mempunyai hati nurani untuk melaksanakan pembangunan pasar ini”, demikian Jefry Noer, Rabu (16/2) kemarin usai meninjau kondisi pasar inpres Bangkinang bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Kampar, Juswari Umar Said SH MH dan Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Kampar, Drs Miswar Pasai, SH MH,
Jefry menyampaikan keprihatinanya setelah melihat langsung kondisi pasar dan kondisi pedagang di pasar Bangkinang, “Saya sangat prihatin melihat pedagang di pasar Bangkinang ini, banyak pedagang yang bermenung menunggui barang dagangannya karena jarang sekali ada pembeli dan dagangannya tidak laku”, ujar Jefry.
 Pantauan Better, sejumlah pedagang terperangah dan merasa senang mantan Bupati Kampar H jefry Noer dan rombongan dating masuk dan berbelanja di pasar Inpres Bangkinang, para pedagang terlihat begitu girang karena barang dagangannya dibeli oleh Jefry Noer, di setiap tempat baik pedagang maupun pembeli mengerumuni Jefry Noer dan Eva Yuliana hanya untuk bersalaman dan terlihat kerinduan masyarakat bertemu, sehingga masyarakat mengikuti Jefry Noer dan Eva Yuliana keliling pasar.
Sejumlah pedagang menyampaikan keluhannya, “bagaimana nanti pak Jefry, kalau pasar ini nanti dibangun Plaza Bangkinang, dari mana kami ada uang untuk menyewa kios-kios itu, kami menolak pembangunan Pasar Bangkinang dengan investor, kami tidak mampu pak, harganya mahal sekali,  ungkap para pedagang itu.
Jefry Noer menyampaikan, semestinya pemerintah Kampar mampu mencerna aspirasi dan keinginan, memahami kegundahan serta memahami kondisi ekonomi pedagang agar dapat membangun pasar Bangkinang itu dengan APBD Kampar saja, apalgi saat ini 95% pedagang sudah menyatakan menolak pembangunan dengan investor.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar Hj Eva Yuliana menyampaikan dengan tegas bahwa persoalan pembangunan Pasar ini harus duduk bersama kembali antara pedagang pasar dan pemerintah Kampar, pemda harus transparan dalam melaksanakan pembangunan –pasar ini.
Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Kampar, Drs Mizwar  Pasai SH MH menyampaikan pembangunan Plaza Bangkinang  memang sangat tidak sesuai,  pemda  tidak memikirkan  nasib pedagang pasar jangan bangun pakai dana Investor bangnlah dengan dana APBD Kampar ini akan lebih murah, tegasnya
“Rencana Pembangunan Plaza Bangkinang memakai dana Investor ini hanya akal akalan pemda saja untuk meraih keuntungan yang banyak, sedangkan rakyat menderita, apakah ini adil untuk raknyat” ucap Miswar.
           Lebih tegas Miswar mengatakan “jangan paksakan pembangunan Plaza Bangkiang dengan dana Investor ini hanya membunuh rakyat secara tak langsung, yang berbelanja  di Pasar Bangkinang  hanya orang Bangkinang sekitarnya, kalau orang Tapung sudah ada Pasar di sana  dan banyak pasar lain di sekeliling Kota Bangking, jangan di buat susah lagi hidup rakyat dalam keadaan sulit seperti sekaragng ini” kata Miswar lagi. (***)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI BLOGERKU