Selasa, 22 Februari 2011

1150 Pedagang Sepakat Pakai Dana APBD


/// APPI Tolak Investor Bangun Pasar
BANGKINANG, -- Penolakan pedagang Pasar Inpres Bangkinang terhadap investor membangun Plaza Bangkinang bertambah banyak, dari 700 pedagang menjadi 1150 pedagang untuk meminta kepada Pemdakab Kampar menggunakan dana APBD Kampar.
          Penolakan itu merupakan hasil rapat pedagang dengan Assosiasi Pedagang Pasar Inpres (APPI) Bangkinang  yang telah menyatukan usulan untuk membangun Plaza Bangkinang dibangun oleh Pemdakab Kampar melalui dana APBD Kampar ditandatangani oleh 1150 pedagang.
          “sebanyak 1150 orang pedagang Pasar Inpres Bangkinang telah mengadakan rapat dengan kesepakatan mengusulkan pembangunan Plaza Bangkinang dibangun oleh pemdakab Kampar melalui dana APBD Kampar”, kata H Sabri pedagang Toko Mas Ema awal Februari lalu.

Jumat, 18 Februari 2011

Copot Burhanuddin


Dua Pengurus Golkar Kampar Undur Diri
BANGKINANG, -- Kabar cukup mengejutkan, Partai Golkar Kampar kembali diguncang masalah yang datangnya justru dari intern partai. Dua orang pengurus DPD Partai Golkar Kampar, Bunyana dan Abu Nazar secara resmi mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Golkar Kampar.
Pengunduran diri itu dibuat secara tertulis, yang tembusannya disampaikan kepada DPD Partai Golkar Riau di Pekanbaru dan Koordinator Daerah Golkar Kampar di Bangkinang, Rabu (16/2) kemarin di Kantor DPD Partai Golkar Kampar.
  Selain mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Golkar Kampar, Bunyana dan Abu Nazar ini menyampaikan dalam poin surat nya itu untuk segera menggelar MUSDALUB (Musyawarah Luar Biasa) Partai Golkar Kampar agar Burhanuddin Husin diganti dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kampar.
Alasan  mundurnya dua pengurus Golkar ini karena mereka menilai Ketua DPD Partai Golkar Kampar tidak lagi berjalan di koridor aturan main Partai Golkar diantaranya Drs Burhanudin Husin selaku Ketua DPD Golkar Kampar adalah tersangka KPK, seharusnya sudah mundur dari Jabatan Ketua DPD Golkar Kampar karena ini melanggar anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART) Partai Golkar.

Kamis, 17 Februari 2011

Jumlah Penduduk Kampar Selisih Lebih 100 Ribu Jiwa

BANGKINANG, -- Validasi data penduduk dalam menghadapi pemilukada merupakan persoalan riskan terjadinya konflik jika tidak diteliti dengan benar oleh petugas penyelenggaran pemilukada yang sumbernya dari aparat pemerintah desa. Menyikapi persoalan itu, Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM meminta kepada seluruh Kepala Desa yang ada di Kabupaten Kampar melakukan validasi data yang terdapat selisih lebih dari 100 ribu jiwa dari pendataan petugas sensus yang dilakukan beberapa saat lalu dengan data yang dimiliki oleh dinas terkait. 
               ”Perbedaan data penduduk cukup besar yakni mencapai 100 ribu lebih. Oleh karena itu kepala desa, kepala dusun beserta RT RW untuk memvalidasi data ini agar mendapatkan data yang lebih akurat untuk mendapatkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk digunakan pada pelaksanaan Pemilukada Kampar pada bulan Oktober 2011 yang akan datang,” kata Bupati dalam acara pemilihan Ketua APDESI se-Kampar Jumat (17/2) kemarin.

Masyarakat Akan Bebas Beraspirasi Di Radio

BANGKINANG, -- Radio Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar yang dikenal dengan sebutan RSPD akan memberi peluang bagi masyarakat Kabupaten Kampar dapat bebas berexpresi dan beraspirasi melalui siaran radio dibawah koordinasi pemda Kampar. 
             Perubahan system siaran itu merupakan model kemasan baru dalam penyajian berbagai informasi dan layanan kepada public yang akan di atur dalam sebuah lembaga penyiaran yang namanya di rubah menjadi LPP (Lembaga Penyiaran Publik) Lokal Kabupaten Kampar sesuai dengan Undang-Undang tentang Penyiaran, yang sekarang LPP ini tengah mempersiapkan rancangan program LPP Lokal Radio, dan pendirian LPP Lokal Televisi yang sekarang ini sudah diajukan kepada DPRD Kabupaten Kampar. 
             

Kairani Ungguli Muaslam dan Nursal 13 Suara Pimpin APDESI Kampar

Kairani (Kades Tanah Merah) 
BANGKINANG, -- Kepala Desa Tanah Merah Kecamatan Siak Hulu, Kairani pada Kamis (17/2) kemarin berhasil mengungguli dua calon Kades lainnya H Muaslam (Kades Teratak) Kecamatan Rumbio Jaya dan Nursal (Kades Kumantan) Kecamatan Bangkinang menjadi Ketua APDESI Kampar periode 2011-2016. 
          Terpilihnya Kairani ini melalui pembahasan Musyawarah Daerah (Musda) II Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Kampar digelar di Stanum Bangkinang atas suara yang seharusnya 21 peserta dari seluruh kecamatan se Kabupaten Kampar yang dihadiri pengurus APDESI Provinsi Riau, namun peserta yang hadir hanya 18 Kecamatan ditambah satu suara dari pengurus APDESI Kabupaten Kampar yang lama dan satu lagi dari pengurus APDESI Provinsi Riau. 

Rabu, 16 Februari 2011

Jefry : “Executif Kampar Harus Punya Hati Nurani”


/// Soal Pembangunan Pasar Inpres Bangkinang

BANGKINANG, -- Anggota DPRD Provinsi Riau H Jefry Noer menilai exekutif Kampar tidak punya hati nurani, jika pembangunan pasar Inpres Bangkinang dipaksanakan dengan investor sama dengan menyengsarakan rakyat. Pembangunan Plaza Bangkinang tidak cocok.
Apapun alasannya harga tetap akan mahal kalau di bangun dengan dana Investor, sebab akan berdampak terhadap harga dagangan nantinya akan naik sehingga mengakibatkan daya beli masyarakat akan berkurang bisa juga masyarakat tidak akan berbelanja disini

Selasa, 15 Februari 2011

Bangun Saja Plaza Bangkinang di Tempat Lain

BANGKINANG, -- Sejumlah pendapat bermunculan dalam menanggapi rencana pemerintah daerah Kampar membangun Plaza Bangkinang dengan membongkar Pasar Inpres Bangkinang agar dibangun di tempat lain.
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kampar dari Fraksi Partai Demokrat, Drs Miswar SH MH sangat menyetujui jika pembangunan Plaza Bangkinang dibangun di Kecamatan Salo, jangan di Pasar Inpres yang sekarang, itu diremajakan saja, ditata rapi, dibuat menjemen yang lebih baik agar dapat menciptakan kenyamana, kemanan dan ketertiban kebersihan pasar, sehingga pembeli juga betah berbelanja.

Miswar : “Perencanaan Pembangunan Plaza Bangkinang itu Tidak Beres”

BANGKINANG, --- Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kampar, Drs Miswar Pasai menilai perencanaan pembangunan Plaza Bangkinang yang sekarang masih menjadi polemic dan tidak menemukan kesepakatan harga dan ukuran itu tidak beres.
            Miswar mengaku tidak pernah tahu secara jelas, bagaimana konsep pembangunan Mall yang akan dibangun investor itu,  bagaimana masyarakat bisa memahami keinginan pemerintah dan bagaimana pemerintah akan memahami kehendak masyarakat, jika apa yang akan dilaksanakan itu bertentangan dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat,  rencana pembangunan Plaza itu tak ubahnya seperti menebak di atas kuda, hanya mementingkan kepentingan sebelah pihak saja, tidak ada kejelasan, dan tidak menurut kebutuhan riil masyarakat.

Jumat, 11 Februari 2011

Kecamatan 13 Koto Kampar Miskin Infrastruktur Jalan

BANGKINANG, -- Kecamatan 13 Koto Kampar yang sudah di kenal Kecamatan yang miskin dari puluhan kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar, kenyataannya memang miskin terlihat jelas salah satunya adalah pembangunan infrastruktur jalan hamper semua berlubang. Jika ke Pekanbaru menempuh perjalanan hanya 1,5 jam, untuk menuju ke Kecamatan 13 Koto Kampar hingga ke Desa Tanjung dan ke Desa Sibiruang dan Sibaling memerlukan waktu perjalanan lebih kurang 2 jam.
              Mantan Ketua DPRD Kampar H Masnur SH yang saat ini menjadi anggota DPRD Propinsi Riau, mengatakan bahwa usulan pembangunan jalan yang dananya dari APBD Kampar melalui APBD Perubahan 2010 pemdakab Kampar memberikan proyek pembangunan jalan tambal sulam untuk jalan sepanjang 1 kilo meter.

Minggu, 12 Desember 2010

“Penghambaan Hanyalah Kepada Tuhan”


Tak banyak yang mengerti seni, tak banyak yang memahami dan mau peduli terhadap seni, padahal seni merupakan sebuah sisi menarik dalam hidup ini. Tanpa seni tiadalah indah dan tak berarti apa-apa dalam menjalani hidup ini.
Sebuah makna seni dilukiskan oleh seorang pemuda Kampar asal Kuok, Khalil Zuhdy yang telah berkarya ke 6 negara dan ke berbagai propinsi yang ada di Indonesia ini adalah sebuah coretan wajah dirinya sendiri berjudul “Potret Penghambaan Diri” dibuatnya  pada bulan Juni tahun 2010 di atas kertas canvas berukuran 220 cm x 170 cm dengan media Oil Colour sekarang tersimpan di ruang koleksi pribadinya.

SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI BLOGERKU